ukunupangmlitas

SOFTWARE PELAYANAN INFORMASI OBAT (PIO) GENERIK GRATIS

Semakin banyaknya jenis, macam dan bentuk obat yang ada dimasyarakat, semakin kita harus pula bisa memilih dan memilah jenis obat yang sesuai dengan takaran dan mengetahui efek samping dan pengaruh yang didapatkan, benar bukan…??? dan juga mengapa dan apa saja fungsi obat dan yang digunakan.
Disaat sekarang mungkin sebagian masyarakat sudah mengetahui apa itu Software Pelayanan Informasi Obat (PIO) 2007,Aplikasi Legal dan Resmi ini berguna untuk mengetahui macam-macam spesifikasi dan Kegunaan Obat Generik bagi masyarakat, khususnya bagi pengguna Obat Farmasi. Berbagai Jenis dan kegunaan, Efek Samping dan cara pemakaiannya di lampirkan lengkap dalam Aplikasi PIO ini, bahkan kita dapat memilih obat mana dan merek apa yang kita ingin belikan, dengan cukup menyediakan Komputer/Laptop dengan spesifikasi minimum PC III, Ram 64, Hard Drive 10 GB kita bisa menggunakan aplikasi tersebut,
silahkan Download di http://tny.cz/4e0f52e0
dan Petunjuk Penggunaan di :http://www.ziddu.com/download/5677344/AlurkerjasistemAplikasiPIO.pdf.html
saat ini saya masih mencari versi terbarunya, jika ada yang punya tolong di tag ya…
thanks all..

SOFTWARE PELAYANAN INFORMASI OBAT (PIO) GENERIK GRATIS

KUALITAS, KUANTITAS DAN EFEKTIFITAS PEMANFAATAN OBAT GENERIK BERLOGO (OBG), EFISIENSI DALAM MENUNJANG PEREKONOMI MASYARAKAT

GambarObat Generik merupakan apresiasi farmasi dalam usaha memenuhi kebutuhan obat general dengan mutu dan kualitas standar yang dapat dijangkau oleh masyarakat luas. Dalam kehidupan sehari hari, kondisi tubuh yang sehat,fit, dan terhindar dari penyakit merupakan faktor utama suatu kegiatan manusia..dan ada saatnya manusia menderita penyakit yang dianggap sepele dan terkadang enggan untuk berobat, namun pada akhirnya memuncak dan membutuhkan biaya besar, pada akhirnya masyarakat luas terkadang lebih memilih obat obat merek terkenal dan harga yang mahal. Namun kenyataannya Obat Generik Berlogo (OGB) yang sudah ada memiliki kekuatan hukum dan aturan ketetapan yang jelas, hal ini tercantum jelas di tetapkan dan sahkan oleh pemerintah (Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 05417/A/SK/XII/1989 tentang Tata Cara Pendaftaran Obat Generik Berlogo) diantaranya sertifikasi Obat Generik Berlogo (OGB) BAB II pasal 4 ayat (1) dan (2), tentang standar Obat Generik Berlogo (OGB) tercantum pada BAB III pasal 7 , dan telah di produksikan memiliki kualitas dan standar yang sama dengan obat-obatan paten dan bermerek lainnya (Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 3 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Kepala BPOM Nomor HK.03.1.23.10.11.08481 Tahun 2011 tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Obat) pasal 21A ayat (1) dan ayat (2) tentang spesifikasi Obat Generik, dan Pasal 24A ayat (1) mengenai kuantitas produksi obat, ayat (4)a dan (4)b mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan logo yang digunakan, juga sebelumnya dipertegas dengan Keputusan Pemerintah dalam pelaksanaan peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat (Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.03.01/MENKES/169/I/2010 tentang Pedoman Pembinaan Dan Pengawasan Penggunaan Obat Generik di Fasilitas Kesehatan Pemerintah), dijelaskan dalam BAB I Pasal 1 ayat (2) tentang Obat Generik Berlogo (OGB) dan BAB II Pasal 2, pasal 3, Pasal 4 ayat (1) dan (2), Pasal 5 ayat (1) dan (2), Pasal 6 ayat (1) dan (2), Pasal 7 dan 8 tentang Tugas dan Kewajiban Fasilitas Pelayanan Kesehtatan Pemerintah dalam penerapan Obat-Obatan bagi masyarakat.
Jadi masyarakat tidak perlu ragu dan sangsi akan peranan obat generik berlogo (OGB), harga yang murah dan bentuk penyajian sederhana bukanlah suatu penilaian yang tepat mengukur tinggi rendahnya standar kualitas obat generik berlogo (OGB), bahkan kualitas isi obatnya tidak sampai menguras perekonomian masyarakat kita, dengan kata lain isinya sama mahal nilainya dengan yang lain di banding harga sesungguhnya, masyarakat luas pun dapat melihat fungsi dan kegunaan, kualitas,kuantitas serta formula produk Obat Generik Berlogo (OGB) melalui berbagai situs layanan sosial dunia maya (internet). Salah satunya dapat dilihat dan dicermati fungsi dan kegunaannya pada situs http://www.dexa-medica.com , juga melalui aplikasi offline milik pemerintah yang dapat di download dengan nama Pelayanan Informasi Obat (PIO) yang di terbitkan pada tahun 2007, dalam penerapan pelayanan obat terhadap masyarakat, pemerintah bekerjasama dengan pihak ketiga dalam memperkuat sistem pelayanan berobat gratis terhadap masyarakat dalam pemberdayaan dan penggunaan obat generik melalui program jaminan sosial bidang kesehatan masyarakat (Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional) dan (Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 903/Menkes/Per/V/2011 tentang Jaminan Kesehatan Masyarakat) apalagi dalam penerapannya dilakukan dengan sistem teknologi teknologi informasi database masyarakat jamkesmas/jamkesda dan legalisir pasien oleh RSUD secara online tiap provinsi/kabupaten/kota. Perbedaan antara obat paten, obat generik bermerek dan obat generik berlogo hanya terdapat pada beberapa perbedaan, hak paten (hak cipta dan perlindungan ciptaan, bentuk produksi dan harga tiap penjualannya), obat paten hanya berkisar 20 tahun dan diproduksi oleh perusahaan farmasi hak cipta tertentu, setelah batas tersebut menjadi hak perusahaan untuk memproduksi kembali dan bahkan banyak perusahaan dan nama merek dagang berbeda namun jenis obat yang sama (generik bermerek), sedangkan obat generik berlogo adalah obat yang didistribusikan dengan mencantumkan nama sesuai kandungan/isi obat.
Pada prinsipnya fungsi dan kegunaan obat sama, tinggal bagaimana prinsip kita selaku masyarakat ekonomi rentan menentukan pilihan dalam memilih dan menggunakan kuantitas obat yang berkualitas baik dari segi finansial (keuangan) dan sumber daya ekonomi masyarakat, kita harus bersyukur pula dengan adanya produksi skala besar, pendistribusian dan pemasaran Obat Generik Berlogo (OGB) bagi masyarakat, serta dalam pelayanan pengobatan gratis dan pemberian obat generik berlogo gratis kepada peserta jamkesmas/jamkesda oleh pemerintah merupakan bentuk perhatian kebutuhan dasar masyarakat. Namun harus dimaklumi pula jika suatu saat/kadang-kadang obat generik berlogo jenis tertentu habis dan terdapat obat paten dan generik bermerek, masyarakat bisa membedakan sendiri apa perbandingan Obat Generik Berlogo (OGB) dengan yang lainnya melalui apotik swasta resmi maupun di apotik RSUD setempat secara rinci isi dan pembeliannya, dikarenakan persediaan obat generik berlogo (ogb) dipengaruhi oleh jarak pendistribusian dan transportasi serta berubahnya (fleksibelitas) jumlah pengguna Obat Generik Berlogo (OGB) suatu daerah atau wilayah tujuan pendistribusian, sehingga tidak tersedianya jenis Obat Generik Berlogo (OGB) tersebut di apotik setempat, namun tersedia beberapa jenis bukan Obat Generik Berlogo (OGB) melainkan generik bermerek yang tidak masuk dlm daftar jaminan dan atau masih milik hak paten atas obat tersebut, diharapkan masyarakat memahami dan mengerti atas kewajaran obat tersebut bila harganya berbeda dengan Obat Generik Berlogo (OGB).

20 ciri kedewasaan Diri (Sikap), Hati (Naluri) dan Jiwa (Sifat)

me
20 Ciri Kedewasaan – Marc & Angel (2007) mengemukakan bahwa kedewasaan seseorang bukanlah terletak pada ukuran usianya, tetapi justru pada sejauhmana tingkat kematangan emosional yang dimilikinya. Berikut ini pemikirannya tentang ciri-ciri atau karakteristik kedewasaan seseorang yang sesungguhnya dilihat dari kematangan emosionalnya.

1. Tumbuhnya kesadaran bahwa kematangan bukanlah suatu keadaan tetapi merupakan sebuah proses berkelanjutan dan secara terus menerus berupaya melakukan perbaikan dan peningkatan diri.
2. Memiliki kemampuan mengelola diri dari perasaan cemburu dan iri hati.
3. Memiliki kemampuan untuk mendengarkan dan mengevaluasi dari sudut pandang orang lain.
4. Memiliki kemampuan memelihara kesabaran dan fleksibilitas dalam kehidupan sehari-hari.
5. Memiliki kemampuan menerima fakta bahwa seseorang tidak selamanya dapat menjadi pemenang dan mau belajar dari berbagai kesalahan dan kekeliruan atas berbagai hasil yang telah dicapai.
6. Tidak berusaha menganalisis secara berlebihan atas hasil-hasil negatif yang diperolehnya, tetapi justru dapat memandangnya sebagai hal yang positif tentang keberadaan dirinya.
7. Memiliki kemampuan membedakan antara pengambilan keputusan rasional dengan dorongan emosionalnya (emotional impulse).
8. Memahami bahwa tidak akan ada kecakapan atau kemampuan tanpa adanya tindakan persiapan.
9. Memiliki kemampuan mengelola kesabaran dan kemarahan.
10. Memiliki kemampuan menjaga perasaan orang lain dalam benaknya dan berusaha membatasi sikap egois.
11. Memiliki kemampuan membedakan antara kebutuhan (needs) dengan keinginan (wants).
12. Memiliki kemampuan menampilkan keyakinan diri tanpa menunjukkan sikap arogan (sombong).
13. Memiliki kemampuan mengatasi setiap tekanan (pressure) dengan penuh kesabaran.
14. Berusaha memperoleh kepemilikan (ownership) dan bertanggungjawab atas setiap tindakan pribadi.
15. Mengelola ketakutan diri (manages personal fears)
16. Dapat melihat berbagai “bayangan abu-abu” diantara ekstrem hitam dan putih dalam setiap situasi.
17. Memiliki kemampuan menerima umpan balik negatif sebagai alat untuk perbaikan diri.
18. Memiliki kesadaran akan ketidakamanan diri dan harga diri.
19. Memiliki kemampuan memisahkan perasaan cinta dengan berahi sesaat.
20. Memahami bahwa komunikasi terbuka adalah kunci kemajuan.

good Read Bro and Sist..

KETUA PMI

logo PMI

Drs. Moh Hatta (1945-1946)
Soetarjo Kartohadikoesoemo (1946-1948)
BPH Bintoro (1948-1952)
Prof. Dr. Bahder Djohan (1952-1954)
P.A.A. Paku Alam VIII (1954-1966)
Letjen Basuki Rachmat (1966-1969)
Prof. Dr. Satrio (1969-1982)
Dr. H. Soeyoso Soemodimedjo (1982-1986)
Prof. Dr. H. Ibnu Soetowo (1986-1994)
Hj. Siti Hardiyanti Rukmana (1994-1999)
Mari’e Muhammad (1999-2009)
Yusuf Kalla ( 2009 – Sekarang )

SEJARAH PMI

bannerHUTPMI-67

Palang Merah Indonesia (PMI) Merupakan organisasi perhimpunan nasional di Indonesia, bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan. PMI berpegang teguh pada tujuh prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan sabit merah diantaranya kemanusiaan, kesamaan, kesukarelaan, kemandirian, kesatuan, kenetralan, dan kesemestaan. Hingga ini PMI telah berada di 33 PMI Daerah (tingkat provinsi) dan lebih kurang 408 PMI Cabang (tingkat kota/kabupaten) di seluruh indonesia

Palang Merah Indonesia menjunjung tinggi asas kenetralan (tidak memihak pada salah satu SARA dan Orpol, dan Ormas tertentu), dalam pelaksanaannya tidak ada Diskriminasi (pembedaan) tetapi mengutamakan objek korban yang paling membutuhkan pertolongan segera untuk keselamatan jiwanya.
SEJARAH
Berdirinya Palang Merah di Indonesia sudah dimulai sebelum Perang Dunia (PD) ke II, tepatnya 12 Oktober 1873.Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah di Indonesia dengan nama Nederlandsche Roode Kruis Afdeeling Indië (NERKAI) yang kemudian dibubarkan pada saat pendudukan Jepang.

Perjuangan mendirikan Palang Merah Indonesia (PMI) diawali 1932. Kegiatan tersebut dipelopori Dr. R. C. L. Senduk dan Dr. Bahder Djohan dengan membuat rancangan pembentukan PMI. Rancangan tersebut mendapat dukungan luas terutama dari kalangan terpelajar Indonesia, dan diajukan saat diadakannya Sidang Konferensi Narkai pada 1940, akan tetapi ditolak mentah-mentah.

Rancangan tersebut disimpan menunggu saat yang tepat. Tanpa kenal menyerah pada saat pendudukan Jepang dicoba untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional, namun sekali lagi upaya itu mendapat halangan dari Pemerintah Tentara Jepang sehingga untuk yang kedua kalinya rancangan tersebut kembali disimpan.

Proses pembentukan PMI dimulai 3 September 1945 saat itu Presiden Soekarno memerintahkan Dr. Boentaran (Menkes RI Kabinet I) agar membentuk suatu Badan Palang Merah Nasional.

Dibantu panitia lima orang yang terdiri dari Dr. R. Mochtar sebagai Ketua, Dr. Bahder Djohan sebagai Penulis dan tiga anggota panitia yaitu Dr. R. M. Djoehana Wiradikarta, Dr. Marzuki, Dr. Sitanala, Dr Boentaran mempersiapkan terbentuknya Palang Merah Indonesia. Tepat sebulan setelah kemerdekaan RI, 17 September 1945 PMI terbentuk dengan Ketua Dr. M. Hatta. Peristiwa bersejarah tersebut hingga saat ini dikenal sebagai Hari Ulang Tahun PMI (HUT-PMI).

Peran PMI adalah membantu pemerintah di bidang sosial kemanusiaan, terutama tugas kepalangmerahan sebagaimana dipersyaratkan dalam ketentuan Konvensi-Konvensi Jenewa 1949 yang telah diratifikasi oleh pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1958 melalui UU No 59.

Sebagai perhimpunan nasional yang sah, PMI berdiri berdasarkan Keputusan Presiden No 25 tahun 1950 dan dikukuhkan kegiatannya sebagai satu-satunya organisasi perhimpunan nasional yang menjalankan tugas kepalangmerahan melalui Keputusan Presiden No 246 tahun 1963.

KEMANUSIAAN DAN KESUKARELAAN
Dalam berbagai kegiatan PMI, komitmen terhadap kemanusiaan dalam Strategi 2010 berisi tentang memperbaiki hajat hidup masyarakat rentan melalui promosi prinsip nilai kemanusiaan, penanggulangan bencana, kesiapsiagaan penanggulangan bencana, kesehatan dan perawatan di masyarakat, Deklarasi Hanoi (United for Action) berisi penanganan program pada isu-isu penanggulangan bencana, penanggulangan wabah penyakit, remaja dan manula, kemitraan dengan pemerintah, organisasi dan manajemen kapasitas sumber daya serta humas dan promosi, maupun Plan of Action merupakan keputusan dari Konferensi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah ke-27 di Jenewa Swiss tahun 1999.

Dalam konferensi tersebut Pemerintah Indonesia dan PMI sebagai peserta menyatakan ikrar di bidang kemanusiaan.

sejalan dengan tugas pokok PMI adalah membantu pemerintah Indonesia di bidang sosial kemanusiaan, tugas-tugas kepalangmerahan yang meliputi: Kesiapsiagaan Bantuan dan Penanggulangan Bencana, Pelatihan Pertolongan Pertama untuk Sukarelawan, Pelayanan Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat, Pelayanan Transfusi Darah. Kinerja PMI dibidang kemanusiaan dan kerelawanan mulai dari tahun 1945 sampai dengan sekarang ini antara lain sebagai berikut :
Membantu saat terjadi peperangan/konflik. Tugas kemanusiaan yang dilakukan PMI pada masa perang kemerdekaan RI, saat pemberontakan RMS, peristiwa Aru, saat gerakan koreksi daerah melalui PRRI di Sumbar, saat Trikora di Irian Jaya, Timor Timur dengan operasi kemanusiaan di Dilli, pengungsi di Pulau Galang.
Membantu korban bencana alam. Ketika gempa terjadi di Pulau Bali (1976), membantu korban gempa bumi (6,8 skala Richter) di Kabupaten Jayawijaya, bencana Gunung Galunggung (1982), Gempa di Liwa-Lampung Barat dan Tsunami di Banyuwangi (1994), gempa di Bengkulu dengan 7,9 skala Richter (1999), konflik horizontal di Poso-Sulteng dan kerusuhan di Maluku Utara (2001), korban gempa di Banggai di Sulawesi Tengah (2002) dengan 6,5 skala Richter, serta membantu korban banjir di Lhokseumawe Aceh, Gorontalo, Nias, Jawa Barat, Tsunami di Nangroe Aceh Darussalam, Pantai Pangandaran, gempa bumi di DI Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah, gempa bumi di Sumatera Barat, dan Evakuasi Korban Pesawat Terbang Sukhoi Superjet 100.

Semua dilakukan jajaran PMI demi rasa kemanusiaan dan semangat kesukarelawanan yang tulus membantu para korban dengan berbagai kegiatan mulai dari pertolongan dan evakuasi, pencarian, pelayanan kesehatan dan tim medis, penyediaan dapur umum, rumah sakit lapangan, pemberian paket sembako, pakaian pantas pakai dan sebagainya.
Transfusi darah dan kesehatan. Pada tahun 1978 PMI memberikan penghargaan Pin Emas untuk pertama kalinya kepada donor darah sukarela sebanyak 75 kali. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1980 telah diatur tentang tugas dan peran PMI dalam pelayanan transfusi darah. Keberadaan Unit Transfusi Darah PMI diakui telah banyak memberikan manfaat dan pertolongan bagi para pasien/penderita sakit yang sangat membutuhkan darah. Ribuan atau bahkan jutaan orang terselamatkan jiwanya berkat pertolongan Unit Transfusi Darah PMI. Demikian pula halnya dengan pelayanan kesehatan, hampir di setiap PMI di berbagai daerah Provinsi memiliki poliklinikbannerHUTPMI-67

Antivirus AVAST aktif hingga Tahun 2038 : cara mengaktifkan AVAST hingga tahun 2038

AVAST Antivirus Internet ini salah satu aplikasi terbaik yang gue punya untuk pendeteksi Virus dan Website pembawa virus ke Notebook milik gue.

Kelebihan dari anti virus ini adalah Updating dan Verifikasi Virus secara langsung dan setiap hari disaat Online..dan salah satunya Tanggal Kadaluarsa yang panjang hingga 2038…!!! asyik khan…kagak perlu terusan register tiap tahun..

sampai sekarang antivirus ini setia menemani saya Online dan Mendeteksi Virus di Notebook Gue

cara mengaktifkan antivirus ini :
1. Download antivirus ini di sini <a href=”http://files.avast.com/iavs5x/setup_av_free.exe “> atau di tinypaste.com/b11a7021 (jika belum punya Antivirus Avast) dan 
2. download Avast Licency Key nya di =>> http://tny.cz/ce3bc3bb <<=

untuk brother and sister yang belum tahu cara mengaktifkannya nich gue jelasin Cara memasukkan lisence key Avast versi bahasa indonesia :
a. Install/pasangin antivirus AVAST nya
b. setelah di Install, Buka Antivirus Avast, masuk ke bagian <b>Pemeliharaan</b> klik Registrasi dan masukkan Avast Licency Key yang udah didownload di Kolom <b>Tingkatkan</b>
c. Jika Avast Licency Key berbentuk ZIP/RAR, harus dibuka dan dikopy dulu di sebuah folder
berbentuk file berlambang Avast tadi..
d. Klik OK dan avast telah berhasil di registrasi.

selamat beraktifitas and let’s go to Health Your PC…

%d blogger menyukai ini: