ukunupangmlitas

Beranda » Uncategorized » KUALITAS, KUANTITAS DAN EFEKTIFITAS PEMANFAATAN OBAT GENERIK BERLOGO (OBG), EFISIENSI DALAM MENUNJANG PEREKONOMI MASYARAKAT

KUALITAS, KUANTITAS DAN EFEKTIFITAS PEMANFAATAN OBAT GENERIK BERLOGO (OBG), EFISIENSI DALAM MENUNJANG PEREKONOMI MASYARAKAT

my list

JUMLAH SUB TULISAN

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 3.349 pengikut lainnya

Klik tertinggi

  • Tak ada

my Facebook

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 3.349 pengikut lainnya

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

GambarObat Generik merupakan apresiasi farmasi dalam usaha memenuhi kebutuhan obat general dengan mutu dan kualitas standar yang dapat dijangkau oleh masyarakat luas. Dalam kehidupan sehari hari, kondisi tubuh yang sehat,fit, dan terhindar dari penyakit merupakan faktor utama suatu kegiatan manusia..dan ada saatnya manusia menderita penyakit yang dianggap sepele dan terkadang enggan untuk berobat, namun pada akhirnya memuncak dan membutuhkan biaya besar, pada akhirnya masyarakat luas terkadang lebih memilih obat obat merek terkenal dan harga yang mahal. Namun kenyataannya Obat Generik Berlogo (OGB) yang sudah ada memiliki kekuatan hukum dan aturan ketetapan yang jelas, hal ini tercantum jelas di tetapkan dan sahkan oleh pemerintah (Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 05417/A/SK/XII/1989 tentang Tata Cara Pendaftaran Obat Generik Berlogo) diantaranya sertifikasi Obat Generik Berlogo (OGB) BAB II pasal 4 ayat (1) dan (2), tentang standar Obat Generik Berlogo (OGB) tercantum pada BAB III pasal 7 , dan telah di produksikan memiliki kualitas dan standar yang sama dengan obat-obatan paten dan bermerek lainnya (Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 3 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Kepala BPOM Nomor HK.03.1.23.10.11.08481 Tahun 2011 tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Obat) pasal 21A ayat (1) dan ayat (2) tentang spesifikasi Obat Generik, dan Pasal 24A ayat (1) mengenai kuantitas produksi obat, ayat (4)a dan (4)b mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan logo yang digunakan, juga sebelumnya dipertegas dengan Keputusan Pemerintah dalam pelaksanaan peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat (Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.03.01/MENKES/169/I/2010 tentang Pedoman Pembinaan Dan Pengawasan Penggunaan Obat Generik di Fasilitas Kesehatan Pemerintah), dijelaskan dalam BAB I Pasal 1 ayat (2) tentang Obat Generik Berlogo (OGB) dan BAB II Pasal 2, pasal 3, Pasal 4 ayat (1) dan (2), Pasal 5 ayat (1) dan (2), Pasal 6 ayat (1) dan (2), Pasal 7 dan 8 tentang Tugas dan Kewajiban Fasilitas Pelayanan Kesehtatan Pemerintah dalam penerapan Obat-Obatan bagi masyarakat.
Jadi masyarakat tidak perlu ragu dan sangsi akan peranan obat generik berlogo (OGB), harga yang murah dan bentuk penyajian sederhana bukanlah suatu penilaian yang tepat mengukur tinggi rendahnya standar kualitas obat generik berlogo (OGB), bahkan kualitas isi obatnya tidak sampai menguras perekonomian masyarakat kita, dengan kata lain isinya sama mahal nilainya dengan yang lain di banding harga sesungguhnya, masyarakat luas pun dapat melihat fungsi dan kegunaan, kualitas,kuantitas serta formula produk Obat Generik Berlogo (OGB) melalui berbagai situs layanan sosial dunia maya (internet). Salah satunya dapat dilihat dan dicermati fungsi dan kegunaannya pada situs http://www.dexa-medica.com , juga melalui aplikasi offline milik pemerintah yang dapat di download dengan nama Pelayanan Informasi Obat (PIO) yang di terbitkan pada tahun 2007, dalam penerapan pelayanan obat terhadap masyarakat, pemerintah bekerjasama dengan pihak ketiga dalam memperkuat sistem pelayanan berobat gratis terhadap masyarakat dalam pemberdayaan dan penggunaan obat generik melalui program jaminan sosial bidang kesehatan masyarakat (Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional) dan (Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 903/Menkes/Per/V/2011 tentang Jaminan Kesehatan Masyarakat) apalagi dalam penerapannya dilakukan dengan sistem teknologi teknologi informasi database masyarakat jamkesmas/jamkesda dan legalisir pasien oleh RSUD secara online tiap provinsi/kabupaten/kota. Perbedaan antara obat paten, obat generik bermerek dan obat generik berlogo hanya terdapat pada beberapa perbedaan, hak paten (hak cipta dan perlindungan ciptaan, bentuk produksi dan harga tiap penjualannya), obat paten hanya berkisar 20 tahun dan diproduksi oleh perusahaan farmasi hak cipta tertentu, setelah batas tersebut menjadi hak perusahaan untuk memproduksi kembali dan bahkan banyak perusahaan dan nama merek dagang berbeda namun jenis obat yang sama (generik bermerek), sedangkan obat generik berlogo adalah obat yang didistribusikan dengan mencantumkan nama sesuai kandungan/isi obat.
Pada prinsipnya fungsi dan kegunaan obat sama, tinggal bagaimana prinsip kita selaku masyarakat ekonomi rentan menentukan pilihan dalam memilih dan menggunakan kuantitas obat yang berkualitas baik dari segi finansial (keuangan) dan sumber daya ekonomi masyarakat, kita harus bersyukur pula dengan adanya produksi skala besar, pendistribusian dan pemasaran Obat Generik Berlogo (OGB) bagi masyarakat, serta dalam pelayanan pengobatan gratis dan pemberian obat generik berlogo gratis kepada peserta jamkesmas/jamkesda oleh pemerintah merupakan bentuk perhatian kebutuhan dasar masyarakat. Namun harus dimaklumi pula jika suatu saat/kadang-kadang obat generik berlogo jenis tertentu habis dan terdapat obat paten dan generik bermerek, masyarakat bisa membedakan sendiri apa perbandingan Obat Generik Berlogo (OGB) dengan yang lainnya melalui apotik swasta resmi maupun di apotik RSUD setempat secara rinci isi dan pembeliannya, dikarenakan persediaan obat generik berlogo (ogb) dipengaruhi oleh jarak pendistribusian dan transportasi serta berubahnya (fleksibelitas) jumlah pengguna Obat Generik Berlogo (OGB) suatu daerah atau wilayah tujuan pendistribusian, sehingga tidak tersedianya jenis Obat Generik Berlogo (OGB) tersebut di apotik setempat, namun tersedia beberapa jenis bukan Obat Generik Berlogo (OGB) melainkan generik bermerek yang tidak masuk dlm daftar jaminan dan atau masih milik hak paten atas obat tersebut, diharapkan masyarakat memahami dan mengerti atas kewajaran obat tersebut bila harganya berbeda dengan Obat Generik Berlogo (OGB).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gemambar

ALMANAK

Mei 2013
S S R K J S M
« Des    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

my Facebook

%d blogger menyukai ini: